Persona, mengapa penting?

https://clevertap.com/blog/user-personas/

Tentunya dalam pembuatan suatu produk diperlukan target pengguna, untuk apa membuat produk yang sangat canggih tapi tidak memiliki penggunanya? Bukankah menjadi percuma produk yang dibuat? Lalu jawabannya adalah Persona.

Apa itu persona? Persona dalam dunia marketing atau Software Designer merupakan hal yang sangat penting dan harus diketahui serta dibuat tentunya.

Apa itu Persona?

Sederhananya persona merupakan karakter fiksi yang menggambarkan target konsumen yang akan memakai produk yang dibuat. Dengan persona dapat membantu produk yang dibuat akan sesuai dengan kebutuhan, tujuan, kenyamanan dari pengguna.

Dengan persona juga dapat kita dapat lebih mengetahui siapa saja target pengguna dari produk yang kita buat, sehingga mengurangi perubahan produk yang besar karena menyesuaikan keinginan pengguna.

Contoh Persona

Ini merupakan contoh persona yang telah saya buat pada perkuliahan Sistem Interaksi untuk aplikasi perencanaan keuangan.

persona

Persona pembeli dari aplikasi e-commerce pada kuliah Sistem Interaksi

Kemudian Persona dari Penjualnya

Apa saja komponen di dalam persona?

Persona biasanya terdiri dari beberapa hal berikut.

Identitas User Persona
Identitas yang diberikan adalah nama dan foto dari karakter yang dibuat, lalu juga data singkatnya seperti pekerjaan, umur, tempat tinggal dsb. Identitas sangat penting diberikan sebagai gambaran tipe-tipe target pengguna dari produk.

Cerita Singkat
Cerita singkat dari karakter atau background juga akan dimasukkan ke dalam persona agar kita mengetahui mengapa dia membutuhkan produk yang kita buat. Selain itu juga kalangan yang akan menjadi target pengguna produk kita.

Wants & Needs
Keinginan dan kebutuhan karakter harus kita identifikasi sehingga kita dapat mengetahui fitur apa saja yang diperlukan pada produk yang kita buat.

Motivasi
Motivasi dari karakter juga diperlukan karena biasanya target pengguna menggunakan aplikasi berdasarkan motivasi-motivasi dari mereka.

Frustrations
Kita juga harus mengidentifikasi apa saja frustrasi dari target pengguna agar kita dapat mengurangi ketidaknyamanan dalam menggunakan produk kita, sehingga mendapatkan feedback yang baik. Selain itu juga dengan mngetahui frustrasi pengguna kita dapat membuat fitur yang menyelesaikan masalah pada pengguna tersebut.

Untuk mendapatkan itu semua dilakukan pengumpulan data terhadap beberapa orang sehingga akan terbentuk persona yang mewakili orang tersebut.

Langkah dalam membuat persona

  1. Pengumpulan data — Pengumpulan data dapat dilakukan dengan melakukan riset dilakukan guna mendapatkan data-data yang meliputi atribut, sasaran, dan pola kelompok user. Ada 2 tipe penelitian yaitu Penelitian Kualitatif (skala kecil seperti wawancara, focus group dll) dan Penelitian Kuantitatif (skala besar seperti survey).
  2. Menemukan pola-pola user — pola-pola user ini akan dibuat sebagai hipotesis awalan berdasarkan data yang telah dikumpulkan.
  3. Mulai membuat persona — setelah berhasil membuat hipotesis mulailah merancang persona berdasarkan hipotesisnya.
  4. Menggunakan template — Hal ini sangat mempermudah dalam membuat persona yang menarik, template tersedia banyak di internet selain itu juga dapat menghemat waktu pembuatannya.
  5. Membagikan hasil akhir dari persona — setelah selesai membuat persona, coba untuk membagikan hasil akhir persona ke rekan kerja yang tidak mengambil alih membuat persona dan dengarkan feedback dari mereka.

Persona dalam Proyek Perangkat Lunak

Setelah melihat contoh-contoh persona di atas, kali ini kita akan mengidentifikasi persona yang telah dibuat untuk proyek yang sedang saya jalani saat ini, yaitu aplikasi Hepi Circle — Admin yang merupakan aplikasi hepi circle untuk administrator.

Terlihat pada profil persona Dian Hamida seorang Admin Hepi Circle yang berumur 25 tahun dan sudah menikah dan memiliki 1 orang anak. Kemudian sifat yang dimiliki yaitu terstruktur, rapih, dan praktis. Dian juga orang yang sibuk sehingga aplikasi yang dibuat haruslah mudah digunakan dan tidak memerlukan banyak waktu dengan kata lain efektif dan efisien terhadap fiturnya.

Kemudian pada Paint Points terlihat bahwa Dian tidak menyukai perubahan yang tidak terintegrasi secara real time dan adanya perbedaan informasi antar aplikasi.

Sehingga akan dihasilkan sebagai berikut.

  • Aplikasi yang terstruktur, rapih, dan praktis, produk akan berupa mobile app, yang terstruktur seperti homepage sebagai halaman utama, beserta semua fitur tersedia pada homepage sehingga cukup rapih dan praktis digunakan.
  • Mudah digunakan dan tidak memerlukan banyak waktu, produk akan memerlukan login dengan hanya menggunakan nomor telepon satu kali saja, sehingga setiap kali masuk aplikasi akan otomatis login apabila tidak logout.
  • Perubahan yang terintegrasi secara real time dan tidak ada perbedaan informasi antar aplikasi, aplikasi akan selalu mengambil data pada API ketika membuka halaman, sehingga bila ada perubahan akan selalu ter-update. Yaitu seperti pada halaman Agen (verifikasi dan lihat), Transaksi (status restok, dan status klaim hadiah), dan Produk(tambahkan barang, stok produk, dan stok hadiah).
Halaman Agen, restok, produk, hadiah

Fitur-fitur di atas merupakan dugaan awal saja, dan masih ada kemungkinan untuk ditingkatkan lagi fitur-fiturnya agar lebih baik lagi. Terlebih proyeknya juga mengikuti sistem Agile yang akan menerima perubahan pada saat proses produksi.

Kesimpulan

Persona sangat penting untuk dibuat agar dapat mengidentifikasi target pengguna sehingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pengguna produk. Diharapkan artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Terima kasih.

References

Mahasiswa Fasilkom UI angkatan 2018

Mahasiswa Fasilkom UI angkatan 2018